ANAK KECIL
Oleh: Al Faiz M Robbany T — seketika melewati kota Solo, aku tak sengaja melewati dan melihat sebuah tulisan, “Mari kita jadikan kota Solo sebagai kota ramah dan layak anak (bebas eksploitasi) — Ting-tong , bel berbunyi. Seorang lelaki berdiri dengan pakaian rapih nan wangi semerbak. Wajar saja, akan menemui perempuan yang memanjakan mata dan menenteramkan hati memerlukan penampilan oke. Lelaki blasteran yang terpanggil sebagai Ben, tidak perlu banyak pertimbangan langsung mendatangi Rin, kekasihnya. Tidak banyak pertimbangan bukan berarti datang dengan tangan kosong. Ia datang dengan membawa bunga. Bukan sekali atau dua kali Ben dibuat jatuh hati akan keanggunannya. Gadis berambut coklat itu memang satu angkatan pendidikan dengan Ben. “Kau adalah kepingan hatiku yang hilang, Rin.” Igau Ben dalam suatu tidurnya. Rin dikenal Ben ketika Gadis tersebut berpentas membacakan puisi “Sang Nabi” di penghujung acara Gema Ramadan di sekolah. Tak lama, Rin pun muncul dibalik pintu ...